Blogging, Nostalgia, dan Melihat Satu Dekade Lalu
Beberapa jam lalu, aku mengirimkan sebuah reels kepada seorang kawan, reels yang intinya mengatakan "jogja terasa sepi setelah kamu tak ada disini lagi". Tidak ada, dapat diartikan sudah berpindah kota, atau bahkan naasnya mungkin yang dimaksud kematian. Reels aku kirimkan, sebab belakangan aku merasa bosan di kota ini.
Sudah lama aku meninggalkan Blog ini. Postingan terakhir aku lihat ada di tahun 2019an. Masa-masa sebelum aku benar-benar pindah ke Yogyakarta, untuk mengejar mimpi di dunia film.
Dan belum genap satu dekade, aku merasa semuanya tidak berguna. Banyak hal yang mengecewakan, film tidak seindah yang dibayangkan orang-orang.
Jogja yang mulanya memberi kebahagiaan pelan-pelan surut. Tidak lagi ada kebahagiaan, yang ada hanya kekecewaan. Terhadap diri sendiri, terhadap seluruh ekosistem perfilman yang ternyata sangat jauh dari layak.
Tapi itu sebuah cerita untuk lain waktu.
Melanjutkan tulisanku sebelumnya (yang aku copy paste dari medium). Aku memang sedang mendorong diriku untuk melakukan hal-hal esensial, terutamanya untuk kebahagiaan mental. Menggunakan barang yang murah, gratis, dan jauh dari kesan premium, nyatanya cukup membantuku dalam memulihkan diri beberapa bulan kebelakang.
Lantas ketika beberapa jam lalu, aku iseng membuka blogspot, dan aku ingat tentang blog ku yang sudah tak kusentuh lama sekali. Ternyata masih ada.
Aku pun mencari tahu kenapa blog tidak dihilangkan oleh Google, sebuah perusahaan yang hobi membunuh produk-produknya sendiri. Alasannya banyak ternyata, dari yang masih menghasilkan adsense, kebutuhan data-data niche demi AI mereka. Namun apapun itu, aku pribadi melihatnya sebagai sesuatu yang polos.
Blogspot, sebuah ruang dimana aku belajar menulis, dan ruang yang benar-benar free tanpa batas. Masuk ke platform ini seperti kembali ke masa SMP. Theme nya yang kuno, fiturnya yang sangat esensial sekali (dibanding Wordpress), dan tentu saja. Aku tidak pusing mengatur apapun, tinggal tulis saja isi kepalamu. Hal yan membuatku sering terdistraksi di platform seperti wix atau wordpress, karena kamu harus banyak setup hal-hal lainnya dulu sebelum mulai aktif menulis.
Disini aku seperti menyelami pikiranku beberapa tahun lalu, kepolosan tulisan anak remaja, ia yang puber intelektual, dan ia yang mencoba mengeksplorasi banyak hal baru tanpa takut sama sekali.
Blog ini ibarat sebuah rumah yang ternyata tanpa aku sadar, menjadi tempatku belajar dan tempatku kembali. Untung aku tidak pernah menghapusnya, dan ajaib aku tidak terpikir untuk pernah menghapusnya.
Selanjutnya, mungkin aku akan banyak menulis pikiranku disini, kadang serius kadang hanya ceracauan saja tentang hal personal maupun yang urgent terkait dunia kerjaku di film.
Melihat satu dekade lalu, aku ingin memeluk diriku sendiri dan bercerita banyak hal tentang apa yang telah kita lalui dimasa depan. Tentang keberhasilan, dan juga banyak kegagalan.



Komentar
Posting Komentar