PERJALANAN MEMETAKAN "DESENTRALISASI ARSIP" FILM INDONESIA (2021-2023)
Foto di atas diambil pada tahun 2022, ketika aku berada di Minikino Film Week, bersama Azel, Kak Cika, Puiyee, dkk. Pada tahun itu, salah satu kesibukanku di Minikino selain menuliskan tentang jalannya festival, aku juga menyelipkan agenda kecil, yaitu mencari tahu bagaimana Minikino mengintegrasikan " Library" mereka dengan kegiatan yang berlangsung. Dari sinilah, aku membuka mata cukup lebar tentang inisiatif dan peran festival film dalam pengarsipan film-film indie setelah era 2000an. Pada tulisan-tulisan sebelumnya, aku mencoba menyinggung tentang Desentralisasi Arsip, tapi nampaknya belum pernah aku jelaskan secara mendetail akar dari gagasan itu secara teori, dan praktik lapangannya. Sebagai analisis awal, pemikiran Frank Upward melalui kerangka Records Continuum Model aku ambil dalam menawarkan cara pandang radikal yang menolak pemilahan kaku antara fase penciptaan dan penyimpanan arsip, melainkan melihatnya sebagai proses sirkulasi memori yang berkelanjutan lintas r...

.jpeg)







