SETELAH SATU ABAD DAN SEBUAH DOKUMENTASI YANG TERLEWATKAN
Di bulan Juni, kami menyepakati untuk kembali menelusuri ingatan-ingatan tentang sebuah kota di selatan pulau Jawa, bernama Kebumen. Sebuah wilayah yang cukup tua dan merekam banyak sekali perubahan zaman yang terjadi, dan budaya yang terus bergerak secara organik, dimana komoditasi Genteng menjadi yang paling terkenal diantara semua. Industri tersebut bergerak melintasi banyak generasi, kini jika asumsi itu benar, industri genteng di Kebumen sudah berusia lebih dari 100 tahun. Yang ironisnya tanpa menyisakan banyak bukti-bukti sejarah selain informasi-informasi lisan. Dibulan itu kami berangkat dari Yogyakarta yang sedang penuh gegap gempita perayaan kebudayaan. Perjalanan menjauh dari hiruk pikuk tersebut tentu menjadi celah waktu, terutama untuk saya, mencoba berkontemplasi tentang bagaimana kebudayaan dimaknai ulang sebagai sesuatu yang bergerak beriringan dengan daya hidup masyarakat secara nyata dan fungsional. Selain itu riset dan rencana pendokumentasian audio-visual ini juga m...









