LINUX: OPEN SOURCE COMMUNITY DAN IDE KOLABORASI
Di beberapa tulisan sebelumnya aku sedikit banyak menjabarkan hal-hal terkait desentralisasi, dan bagaimana konsep kolaboratif menjadi solusi yang aku tawarkan dalam kerja-kerja pelestarian film. Beberapa waktu lalu aku berpikir untuk berbagi terkait darimana akar dari "kerja kolaboratif" ini bermula. Dan aku terpantik memikirkan tersebut ketika sebuah notifikasi masuk ke laptopku untuk melakukan sebuah update linux kernel dan shell. BERKENALAN DENGAN LINUX DAN KOMUNITAS OPEN SOURCE Saat aku menginjak SMP pada pertengahan tahun 2010-an. Aku memiliki sebuah hobi baru bernama "oprek pc". Mulanya hobi tersebut ada karena aku suka bermain game, namun lama kelamaan aku tertarik dengan bagaimana mesin ini bekerja. Dan saat itu adalah masa dimana Windows 8 baru saja rilis, serta tentu saja update ala-ala Microsoft cukup mengesalkan. Aku lantas mencoba mencari alternatif Operating System yang bisa dengan nyaman aku custom sesuai selera, dan bisa aku pakai untuk belajar ha...





.jpeg)